Saturday, June 13, 2026

Konsep Makan 3J

Must read

Adab Pesantren DDI

Potret Alumni DDI

Adab Bersama Gurutta

MUTIARA HIKMAH

ANRE GURUTTA MANGKSO

by Muh. Aydi Syam

بِسْمِ اللّٰهِ الرٌَحْمٰنِ الرٌَحِيْمِ

MAKAN SECARA ISLAMI DENGAN MEMPERHATIKAN KONSEP 3J (JENIS, JUMLAH DAN JADWAL)

01. Tidak ada satupun agama yang mengajarkan umatnya makan seperti Islam mengajarkan makan terhadap penganutnya.

02. Islam mengajarkan makan dengan menganut prinsip 3J, yaitu: Jenis, jumlah dan Jadwal.

03. Berbicara tentang jenis makanan, dalam Islam ada halal-haram. Semua yang baik-baik itu halal dan semua yang tidak baik itu haram. Demikian dijelaskan dalam QS Al-A’raf: 157 sebagai berikut:

﴿”… وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ …” ۝١٥٧﴾

Terjemahnya:

“Dan dia (Rasul) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.”

04. Ada yang haram karena bendanya seperti bangkai yang berupa benda padat, khamar dan minuman keras yang berupa benda cair, serta sabu-sabu (methamphetamine) yang disap-isap yang berupa benda gas.

05. Ada juga yang haram karena cara mendapatkannya seperti hasil curian, rampasan, judian, tipuan, dan lain-lain.

06. Selain halal-haram, dalam al-Qur’an ada istilah “thayyiban” seperti dalam QS al-Baqarah [2]: 168 berikut:

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ﴾ ‎۝١٦٨

Terjemahan:

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

07. “Tahyyiban” yang berarti “baik”. Baik menurut panduan kesehatan dalam arti makanan itu tidak terindikasi merugikan kesehatan seseorang.

Contoh dalam hal ini adalah makanan yang tidak kontras dengan kondisi kesehatan fisik seseorang yang memicu hipertensi, diabetes, asam urat, kolestrol dan lain-lain.

08. Menurut panduan dokter, ada 4 macam golongan darah. Golongan darah A, B, AB, dan O. masing-masing punya jenis makanan yang sesuai.

Rupa-rupanya golongan darah ini juga punya mazhab 4 seperti mazhab fiqh. Ini ada hikmah besar supaya kita selaku manusia tidak rakus di dalam mencicipi hidangan.

Kita bisa memilih dan memilah makanan yang sesuai dengan golongan darah kita, tidak semua makanan itu dicicipi sehingga ada yang tersisa untuk orang lain yang lebih sesuai dengan golongan darahnya.

09. Lebih dari itu, sebaiknya kita memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan tubuh kita agar pencernaan bekerja maksimal serta kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi dengan baik sehingga zat-zat gizi dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal.

” Intinya diminta untuk memperhatikan “J” yang pertama, yaitu jenis makanan supaya tubuh awet dan kesehatan terjaga.

10. Adapun “J” yang kedua adalah “Jumlah”. Kaitannya dengan jumlah atau porsi. Dalam Islam, Nabi Saw. mengajarkan kepada kita konsep ⅓, yakni cara makan yang tidak over, ⅓ untuk makan, ⅓ untuk minum, dan ⅓ untuk bernafas. Beliau bersabda:

عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ».¹

Artinya:

“Dari al-Miqdam bin Mu’diy Karib r.a., telah berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “tidak ada wadah yang lebih buruk yang diisi oleh manusia dari pada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus (makan lebih banyak), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.”

11. Kemudian “J” yang ketiga adalah “Jadwal”. Kaitannya dengan jadwal makan, maka kita sebaiknya makan pada saat sudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Keterangan ini dijumpai dalam satu riwayat sebagai berikut:

«نحن قوم لا نأكل حتى نجوع، وإذا أكلنا لا نشبع»²

Artinya:

Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan ketika kami makan, maka kami tidak sampai kenyang.

Pesan Moral:

• Patuhilah konsep 3J sebagai panduan makan untuk menjaga kesehatan karena menjaga kesehatan adalah termasuk cara mensyukuri nikmat Allah.

• Kesehatan adalah modal utama untuk menyempurnakan ibadah, maka jagalah kesehatannya dengan cara mematuhi konsep 3J sesuai penjelasan Anre Gurutta Mangkoso.

وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد

Footnote:

¹HR al-Tirmiziy, 2380, (hasan-shahih) – HR Ibn Majah: 3349.

²Muḥammad Nāṣir al-Dīn al-Albānī, Silsilah al-Aḥādīth al-Ḍaʿīfah wa al-Mawḍūʿah, (Riyadh: Maktabah al-Maʿārif, 1992), jil. 3, hlm. 339, yang menjelaskan bahwa lafaz tersebut tidak sahih sebagai hadis Nabi ﷺ. Bisa juga dilihat pada Bakr ibn ʿAbd Allāh Abū Zayd, Taṣḥīḥ al-Duʿāʾ, (Riyadh: Dār al-ʿĀṣimah, 1999), hlm. 42, yang menyebutkan bahwa lafaz tersebut masyhur di tengah masyarakat tetapi tidak bersyarat untuk disebut sebagai hadis.

Mangkoso, 27 Dzulhijjah 1447 H

13 Juni 2026 M

Previous article
- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

ABRADCASTING ONLINE TV