Wednesday, June 24, 2026

Meneladani Lima Kyai Besar Pemimpin Pesantren Terlama di Indonesia

Must read

Meneladani lima kyai besar pemimpin pesantren terlama di Indonesia menjadi sesuatu yang penting untuk diamati, direnungkan, dikaji, dipelajari dan diamalkan bersama.

Di tengah hiruk-pikuk artificial dan arus perubahan zaman yang tak jarang menggoyahkan fondasi moral, institusi pesantren tetap berdiri kokoh sebagai benteng terakhir pertahanan moral spiritual bangsa. Pesantren adalah ibu dari bangsa Indonesia, ia yang melahirkannya, merawatnya, menjaganya, dan siap mengantarnya ke gerbang masa depan. Namun, di balik kokohnya bangunan dan ribuan santri yang menuntut ilmu di sana, terdapat sosok-sosok sentral yang menjadi jangkar utama. Mereka adalah para kiyai yang telah mewakafkan seluruh napas dan hidupnya selama puluhan tahun untuk merawat, menjaga, serta membesarkan pesantren dengan ketekunan yang melampaui dedikasi manusiawi dan tak dapat ditakar dengan portofolio pengabdian ala-ala sertifikasi guru-guru pada umumnya.

Melalui data yang dihimpun oleh Konsorsium Pesantren Bersaudara, kita dapat menelusuri jejak kepemimpinan lima kiyai besar yang telah teruji oleh zaman. Melintasi berbagai rezim, menaklukkan tantangan eksternal yang mengganggu, menghadapi badai internal yang kompleks, hingga tantangan zaman yang terus berubah, para kiyai ini berdiri teguh dengan kepemimpinan yang mumpuni serta ghirah pengabdian yang terus menyala dan ditularkan semangat itu kepada santri-santri. Mereka adalah bukti nyata bahwa sebuah kepemimpinan modal terbesarnya adalah keikhlasan yang tulus, maka buahnya Allah SWT membukakan jalan kemajuan yang luar biasa bagi ummat, Islam dan tanah air.

Sebagai pembelajar, mari kita ambil potret keteladanan yang menjadi oase inspirasi bagi kita semua:

1. KH. Syukron Makmun (PP. Daarul Rahman, Jakarta): Selama 51 tahun memimpin pesantren sejak 1975, beliau menjadi simbol bagaimana memadukan manajemen pesantren yang dinamis di jantung ibu kota dengan akar tradisi yang tetap terjaga. Keteladanan beliau membuktikan bahwa integritas nilai dan visi yang jauh ke depan, yang dibalut dengan doa yang tiada putus, akan melahirkan karakter santri yang tangguh di setiap zaman. Sosoknya merupakan orator ulung yang berani dan mampu mengantar ummat melihat jelas sisi kebenaran dan kebathilan.

2. KH. Miftachul Achyar (PP. Miftachus Sunnah, Surabaya): Dedikasi selama 44 tahun sejak mendirikan pesantren 1982 mencerminkan kepemimpinan yang berlandaskan pada keteduhan spiritual. Kemampuan beliau dalam menjaga stabilitas lembaga di tengah hiruk-pikuk kota besar merupakan manifestasi dari keberkahan istiqomah, di mana spiritualitas menjadi fondasi utama yang membuat pesantren terus berkembang dan berdampak luas bagi umat. Kepemimpinannya luar biasa karena beliau berperan ganda, punya riwayat panjang pengabdian keummatan dan kebangsaan di luar pesantren, termasuk saat ini menjabat sebagai Rais Aam PB Nahdlatul Ulama.

3. KH. Hasan Abdullah Sahal, Lc., MA. (PM. Daarussalam Gontor, Ponorogo): Kepemimpinan selama 41 tahun sejak April 1985 adalah sebuah pelajaran agung tentang manajemen sistem yang kokoh dan berkelanjutan. Beliau berhasil menjaga visi trimurti dalam sistem pendidikan Gontor sambil terus melakukan inovasi yang membawa pesantren ini kian besar dan berwibawa, menempatkan barokatologi sebagai nadi utama dalam setiap gerak langkahnya.

4. Anre Gurutta Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc., MA (Pondok Pesantren Daarud Da’wah Wal Irsyad Mangkoso, Barru): Sejak Juli 1985 menggantikan ayahnya, KH. Amberi Said, selama 41 tahun beliau telah menjadi teladan utama dalam menyelaraskan intelektualitas akademis dengan kedalaman spiritual pesantren. Beliau adalah sosok pembelajar sejati, guru dalam keteladanan dan pemimpin spiritual kharismatik. Di Indonesia timur beliaulah ulama pemimpin pesantren terlama dengan kiprah yang monumental. Kiprah dan visi beliau di DDI Mangkoso dengan berbagai terobosan yang out of the box kadang di luar nalar kalangan umum adalah bukti nyata bahwa warisan keilmuan yang dirawat dengan keikhlasan selalu akan melampaui zaman.

Selain memimpin pondok pesantren pertama yang dibesut oleh Anre Gurutta H. Abdurrahman Ambo Dalle sekaligus menjadi fondasi monumental organisasi Darud Da’wal wal Irsyad (DDI), beliau juga didapuk menjadi Ketua Majelis Syuyukh Pengurus Besar Darud Da’wah wal Irsyad (PB DDI, kumpulan para kyai DDI yang menjadi penentu arah kebijakan organisasi), organisasi keagamaan Islam yang menaungi lebih kurang 100 pondok pesantren yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dari Sabang hingga Merauke, organisasi yang sudah eksis sejak 1938, sebelum NKRI diproklamasikan.

5. Tgk. H. Hasanoel Basri (Dayah Mudi Mesra, Aceh): Selama 37 tahun sejak 1989, beliau memimpin dayah sebagai mercusuar keilmuan di tanah rencong. Kepemimpinan beliau adalah kisah tentang keteguhan hati dalam menghadapi ujian sejarah. Keberhasilan menjaga dayah tetap menjadi pusat gravitasi pendidikan membuktikan bahwa sosok Tengku adalah penjaga nilai yang keberkahannya senantiasa mengalir bagi masyarakat luas.

Kelima tokoh ini adalah pengingat bagi kita bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang kerelaan untuk menjadi pelayan ilmu dan umat. Mereka adalah bukti bahwa manajerial yang terlembaga, jika dibalut dengan keikhlasan, spiritualitas yang matang dan keteladanan yang menginspirasi, akan mampu membawa pesantren melampaui tantangan zaman.

Mari kita juga sadari bersama sebagai bangsa bahwa setiap pesantren adalah “paku bumi” yang menjaga tanah air ini. Pesantren yang berfilosofi al-ma’hadu laa yanamu abadan adalah pengetuk-pengetuk pintu langit yang diang malam tak henti-hentinya memanjatkan zikir dan doa, pesantren juga “pabrik” pencetak tokoh dan pemimpin ummat, sekaligus penjaga moral yang menjadi penyeimbang di tengah arus kehidupan. Mari kita jaga, dukung, dan muliakan setiap pesantren di manapun di seluruh negeri ini. Sebab, di tangan para kiyai dan santri inilah, keberkahan tanah air kita dari Sabang sampai Merauke tetap terjaga, memancarkan cahaya yang menerangi hingga ke masa depan.

 

Oleh : H. A. Muhammad Nur Syahid M.* (Pengasuh dan Pimpinan Masjid & Pondok Modern Kurir Langit, Alumni Madrasah Ibtida’iyah DDI Jampue Barru)

Previous article
- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

ABRADCASTING ONLINE TV