Friday, June 19, 2026

Sejarah Penetapan Kalender Hijriyah

Must read

PENA ANRE GURUTTA KETUA UMUM M PB DDI

[Prof. Dr. AG.H. Andi Syamsul Bahri A.Galigo, Lc., M.A.]

Editor: Muh. Aydi Syam

بِسْمِ اللّٰهِ الرٌَحْمٰنِ الرٌَحِيْمِ

AWAL TAHUN HIJRIYAH: SEJARAH PENETAPAN KALENDER ISLAM

 

_A. Latar Belakang Penetapan Tahun Hijriah_

Para sahabat Nabi ﷺ menetapkan awal penanggalan Islam berdasarkan peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Penetapan ini kemudian dikenal sebagai kalender Hijriah yang hingga kini digunakan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia.

Sejarawan sekaligus ahli hadis terkemuka, Ibnu Hajar al-Asqalani, dalam kitab Fatḥ al-Bārī bi Syarḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, membahas sejarah penanggalan Islam dalam pembahasan Bāb at-Tārīkh. Menurut beliau, terdapat beberapa pendapat mengenai awal mula penetapan kalender Islam.¹

Al-Ḥākim meriwayatkan dari Syihab al-Zuhrī bahwa ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau memerintahkan penetapan sejarah (penanggalan) pada bulan Rabī‘ al-Awwal. Akan tetapi, riwayat ini dinilai lemah karena sanadnya terputus (mu‘ḍal), yakni terdapat dua perawi atau lebih yang gugur secara berturut-turut dalam sanadnya.

Pendapat yang paling masyhur menyatakan bahwa penetapan kalender Hijriah dilakukan pada masa kekhalifahan Sayyidina Umar bin Khattab ra., yaitu antara tahun 13–23 H (634–644 M), setelah masa pemerintahan Sayyidina Abu Bakar al-Ṣiddīq r.a (11–13 H/632–634 M).

_B. Dasar Penetapan Hijrah sebagai Awal Kalender Islam_

Para sahabat menjadikan peristiwa hijrah sebagai dasar penanggalan Islam dengan merujuk kepada firman Allah Swt. tentang Masjid Quba:

لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ

Terjemahnya:

“Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih patut engkau melaksanakan salat di dalamnya.” (QS. at-Taubah [9]: 108).

Frasa مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ (min awwali yaumin), “sejak hari pertama”, menurut para ulama tidak dimaksudkan sebagai hari pertama secara mutlak, melainkan hari ketika kemuliaan Islam tampak secara nyata, hari ketika Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin dapat beribadah dengan aman, serta hari pertama pembangunan masjid di Madinah sebagai pusat ibadah dan dakwah Islam.

Karena itu, para sahabat bersepakat bahwa peristiwa hijrah merupakan titik awal yang paling tepat untuk dijadikan permulaan kalender Islam.

_C. Riwayat Sahal bin Sa‘d_

Dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī diriwayatkan dari Sahal bin Sa‘d ra.:

مَا عَدُّوا مِنْ مَبْعَثِ النَّبِيِّ ﷺ وَلَا مِنْ وَفَاتِهِ، مَا عَدُّوا إِلَّا مِنْ مَقْدَمِهِ الْمَدِينَةَ

 Artinya:

“Mereka (para sahabat) tidak menghitung kalender dari masa diutusnya Nabi ﷺ dan tidak pula dari wafat beliau, melainkan dari kedatangan beliau ke Madinah.”²

Riwayat ini menunjukkan bahwa para sahabat menjadikan kedatangan Rasulullah ﷺ ke Madinah sebagai titik awal perhitungan kalender Islam.

_D. Pertimbangan Para Sahabat dalam Menentukan Awal Kalender_

Menurut keterangan yang dinukil oleh Ibnu Hajar al-Asqalani, terdapat empat peristiwa penting yang sempat dipertimbangkan sebagai awal penanggalan Islam, yaitu: Kelahiran Rasulullah ﷺ (al-maulid); Pengangkatan beliau sebagai nabi dan rasul (al-bi‘ṡah); Hijrah ke Madinah; dan wafat Rasulullah ﷺ.

Namun demikian, tahun kelahiran dan tahun pengangkatan kenabian masih diperselisihkan oleh para sahabat. Adapun tahun wafat Rasulullah ﷺ tidak dipilih karena mengingatkan umat kepada kesedihan yang mendalam.

Sebaliknya, peristiwa hijrah dipandang sebagai momentum kemenangan, kebangkitan, dan terbentuknya masyarakat Islam yang mandiri. Oleh sebab itu, para sahabat sepakat menjadikan hijrah sebagai awal kalender Islam.³

_E. Mengapa Bulan Muharram Dijadikan Awal Tahun?_

Meskipun peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ terjadi pada bulan Rabī‘ al-Awwal, para sahabat menetapkan bulan Muḥarram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Hal ini karena tekad (‘azm) untuk berhijrah telah muncul setelah Baiat ‘Aqabah yang berlangsung pada pertengahan bulan Dzulhijjah.

Setelah baiat tersebut, bulan sabit (hilāl) pertama yang muncul adalah hilal bulan Muharram. Oleh karena itu, Muharram dinilai paling relevan untuk dijadikan awal tahun dalam kalender Islam.⁴

_F. Kesimpulan_

Penetapan kalender Hijriah merupakan hasil ijtihad para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a. Dasar pemilihannya adalah peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ ke Madinah yang dipandang sebagai tonggak penting dalam sejarah Islam.

Adapun bulan Muharram dipilih sebagai awal tahun karena merupakan bulan pertama setelah lahirnya tekad dan persiapan hijrah yang menjadi titik awal perubahan besar dalam perjalanan dakwah Islam.

وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد

Jakarta, 01 Muharram 1448 H

16 Juni 2026 M

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

ABRADCASTING ONLINE TV