Monday, June 22, 2026

Pandangan Ulama Tentang Bulan Muharram

Must read

PENA ANRE GURUTTA KETUA UMUM PB DDI

[Prof. Dr. AG. H. Andi Syamsul Bahri, Lc., M.A]

Editor : Muh. Aydi Syam

   بِسْمِ اللّٰهِ الرٌَحْمٰنِ الرٌَحِيْمِ

PANDANGAN ULAMA TENTANG BULAN MUHARRAM

A. Imam al-Ghazali

Imam Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H) dalam kitab Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn menjelaskan pentingnya memanfaatkan waktu-waktu mulia untuk memperbanyak amal saleh dan melakukan muhasabah diri.

Meskipun beliau tidak mengkhususkan pembahasan panjang mengenai bulan Muharram, prinsip-prinsip tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa) yang beliau uraikan sangat relevan untuk diamalkan pada bulan yang mulia ini.

Menurut al-Ghazali, seorang mukmin hendaknya menjadikan pergantian waktu sebagai sarana memperbaiki hubungan dengan Allah Swt., meningkatkan ketakwaan, serta membersihkan hati dari berbagai penyakit rohani.¹

Allah Swt. berfirman QS al-Ḥasyr (59): 18

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ۝١٨﴾

Terjemahnya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

B. Ibnu Rajab al-Hanbali

Al-Ḥāfiẓ Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) memberikan perhatian khusus terhadap keutamaan bulan Muharram dalam kitab Laṭā’if al-Ma‘ārif.

Beliau menjelaskan bahwa Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah Swt.

Oleh karena itu, kaum Muslimin dianjurkan memperbanyak amal saleh pada bulan tersebut, terutama puasa sunnah.²

Dalil yang sering dikutip oleh Ibnu Rajab adalah hadis Nabi ﷺ:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ».³

Artinya:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram, dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.”

Selain itu, beliau menjelaskan keutamaan puasa Tasu‘a dan Asyura sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.

C. Imam an-Nawawi

Imam an-Nawawi (w. 676 H), salah seorang ulama besar mazhab Syafi‘i, menjelaskan dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim bahwa penyandaran Muharram kepada Allah dalam hadis di atas menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan bulan tersebut.

Menurut beliau, hadis tersebut merupakan dalil yang sangat kuat tentang keutamaan memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram.⁴

Beliau juga mengutip hadis tentang keutamaan puasa Asyura:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ».⁵

Artinya:

“Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.”

Oleh karena itu, Imam an-Nawawi menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan pada bulan Muharram.

D. Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Syekh ‘Abd al-Qadir al-Jailani (w. 561 H), seorang ulama besar dan tokoh tasawuf terkemuka, memandang bahwa bulan-bulan mulia merupakan kesempatan bagi seorang hamba untuk memperbanyak dzikir, muraqabah, mujahadah, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dalam berbagai nasihatnya yang terkumpul dalam kitab Fatḥ al-Rabbānī, beliau menekankan pentingnya memperbaharui taubat, memperbanyak istigfar, dan membersihkan hati dari sifat-sifat tercela.⁶

Pandangan tersebut sejalan dengan firman Allah Swt. QS al-Ra‘d (13): 28:

﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ۝٢٨﴾

Terjemahnya:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Bagi para sufi, bulan Muharram bukan hanya momentum sejarah, tetapi juga momentum spiritual untuk memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah Swt. melalui dzikir, doa, ibadah malam, dan berbagai bentuk ketaatan lainnya.

E. Kesimpulan

Bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Allah Swt. memasukkannya ke dalam empat bulan haram yang dimuliakan. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai “Syahrullāh” (bulan Allah), suatu penyandaran yang menunjukkan kemuliaannya.

Pandangan para ulama, baik Imam al-Ghazali, Ibnu Rajab al-Hanbali, Imam an-Nawawi, maupun Syekh Abdul Qadir al-Jailani, menunjukkan bahwa bulan Muharram hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan kualitas ibadah, melakukan muhasabah, memperbanyak dzikir, memperkuat tazkiyat al-nafs, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dengan memanfaatkan bulan Muharram secara optimal, seorang muslim dapat mengawali tahun Hijriah dengan semangat pembaharuan iman, peningkatan ketakwaan, dan tekad yang kuat untuk menjadi hamba yang lebih baik di sisi Allah Swt.

Wallahu A’lam bi al-Sawab.

وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد

Jakarta, 07 Muharram 1448 H

21 Juni 2026 M

_Footnote:_

¹Abū Ḥāmid Muḥammad al-Ghazālī, Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn (Beirut: Dār al-Ma‘rifah, t.th.), jil. 4, h. 381–385.

²Ibn Rajab al-Ḥanbalī, Laṭā’if al-Ma‘ārif fīmā li Mawāsim al-‘Ām min al-Waẓā’if (Beirut: Dār Ibn Kathīr, 1999), h. 77–82.

³Muslim ibn al-Ḥajjāj, Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb al-Ṣiyām, Bāb Faḍl Ṣawm al-Muḥarram, No. Hadis 1163 (Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāṡ al-‘Arabī, t.th.), jil. 2, h. 821.

⁴Yaḥyā ibn Sharaf al-Nawawī, al-Minhāj Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim ibn al-Ḥajjāj (Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāṡ al-‘Arabī, 1392 H), jil. 8, h. 55–56.

⁵Muslim ibn al-Ḥajjāj, Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb al-Ṣiyām, Bāb Istihbāb Ṣiyām Thalāthati Ayyām min Kulli Syahr wa Ṣawm ‘Āsyūrā’, No. Hadis 1162 (Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāṡ al-‘Arabī, t.th.), jil. 2, h. 819.

⁶‘Abd al-Qādir al-Jailānī, Fatḥ al-Rabbānī wa al-Fayḍ al-Raḥmānī (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2007), h. 41–45.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

ABRADCASTING ONLINE TV