TAUJIHAT ANRE GURUTTA KETUM PB DDI UNTUK WARGA DDI
[Prof. Dr. AG. H. Andi Syamsul Bahri A.Galigo, Lc., M.A.
بِسْمِ اللّٰهِ الرٌَحْمٰنِ الرٌَحِيْمِ
POTRET ALUMNI DDI
01. Adab alumni DDI [Darud Da’wah wal-Irsyad] adalah manifestasi dari nilai-nilai ta’zhim (menghormati) ilmu, menghormati gurutta, istiqomah beribadah serta pengabdian kepada masyarakat dan berpegang teguh pada manhaj salaf Ahlu Sunnah wal-Jama’ah [ASWJ].
02. Setelah lulus, prinsip-prinsip ini harus tetap terjaga sebagai pedoman hidup di tengah-tengah masyarakat.
03. Panduan esensial adab bagi alumni DDI mencakup beberapa poin berikut:
* Menjaga hubungan baik dengan Gurutta/Anre Gurutta;
* Alumni dituntut untuk terus silaturahim, mendoakan, dan meminta restu atas setiap langkah hidup;
* Menghormati guru bukan berarti tunduk membabi buta, melainkan menjaga berkah ilmu yang pernah diajarkan;
* Menjaga lisan dan perilaku (akhlakul-karimah);
* Menjadi teladan di tengah masyarakat dengan tutur kata yang santun, menghindari perbuatan yang sia-sia, serta menjauhkan diri dari perkataan kotor;
* Belajar sepanjang hayat (longlife education);
* Menyadari bahwa lulus dari pondok bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan awal untuk mempraktikkannya;
* Proses mengaji, membaca, dan muthala’ah harus terus dilanjutkan;
* Aktif berkontribusi pada masyarakat;
* Terjun langsung membimbing umat, baik dengan mengajar mengaji di majelis taklim, memimpin salat berjama’ah, maupun menyelesaikan berbagai persoalan sosial dengan pendekatan agama yang moderat;
* Menjaga almamater;
* Menjaga nama baik pesantren dengan selalu bersikap jujur, amanah, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
04. Menjadi alumni pesantren DDI bukanlah akhir dari perjalanan ilmu dan tarbiyah, melainkan awal dari amanah besar yang harus dijaga dan ditunaikan.
05. Seorang santri yang telah menempuh pendidikan di pesantren DDI, selain dibekali ilmu agama dan adab, juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi panutan di tengah masyarakat.
06. Oleh karena itu, ada beberapa sikap penting yang harus diterapkan oleh seorang alumni DDI agar tetap istiqamah dalam membawa nilai-nilai pesantren di kehidupan setelahnya, di antaranya:
* Istiqamah untuk beribadah. Hal pertama yang harus dijaga oleh alumni DDI adalah keistiqamahan dalam ibadah.
Kebiasaan bangun malam, shalat berjamaah, membaca al-Qur’an, dan wirid harian harus tetap dilanjutkan meski telah berada di luar lingkungan pesantren DDI.
Ketika berada di masyarakat yang tidak terbiasa dengan rutinitas tersebut, justru inilah kesempatan untuk menjadi contoh yang baik.
* Menjaga Akhlak dan Adab. Santri DDI dikenal bukan hanya karena ilmunya, tetapi karena adabnya.
* Alumni DDI hendaknya senantiasa menjaga tutur kata, sopan santun, rendah hati, dan menghormati orang lain. Akhlak mulia ini akan menjadi daya tarik tersendiri dan menunjukkan kualitas pendidikan pesantren DDI.
* Terus menuntut ilmu meskipun sudah lulus dari pesantren DDI, semangat untuk menuntut ilmu tidak boleh padam.
Dunia luar menawarkan banyak tantangan dan perkembangan baru yang membutuhkan ilmu dan hikmah untuk menyikapinya.
* Alumni DDI hendaknya terus belajar melalui kajian, membaca kitab, atau mengikuti majelis taklim untuk memperdalam dan memperluas wawasan.
* Aktif berdakwah di lingkungan sekitar;
* Alumni DDI memiliki bekal ilmu agama yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan di masyarakat, seperti mengisi pengajian, menjadi imam masjid, mengajar ngaji anak-anak, atau bahkan hanya sekadar menjawab pertanyaan agama dengan santun dan ilmiah.
* Rendah hati dan tidak merasa paling berdabda.
* Ilmu yang dimiliki hendaknya tidak menjadikan seseorang sombong atau merasa paling benar, justru semakin berilmu, semakin tawadhu dan mudah menerima masukan.
* Alumni DDI harus menghindari sikap suka menyalahkan dan menyesatkan orang lain tanpa dasar yang kuat dan pendekatan yang bijak.
* Menjadi teladan dalam masyarakat.
* Masyarakat akan menilai alumni DDI sebagai wakil dari institusi keagamaan. Oleh karena itu, sikap dan perilaku alumni sangat menentukan citra DDI di mata masyarakat, baik dalam bermuamalah, bergaul, bekerja, maupun berorganisasi, alumni DDI harus mampu menjaga kehormatan diri dan almamater asalnya.
* Menjaga Silaturahmi dengan Gurutta dan Teman.
08. Salah satu ciri keberkahan ilmu adalah menjaga silaturahmi dengan gurutta dan teman seperjuangan di pesantren.
09. Alumni yang tetap menjaga hubungan baik dengan gurutta menunjukkan penghormatan kepada sumber ilmu dan adab yang telah membentuk dirinya.
Selain itu, menjaga hubungan dengan sesama alumni bisa menjadi ladang kolaborasi kebaikan di masa depan. Berperan dalam pendidikan dan sosial.
10. Jika ada peluang, alumni DDI dapat mengambil bagian dalam bidang pendidikan, sosial, atau keagamaan di masyarakat. Mereka bisa menjadi guru, pengurus lembaga sosial, relawan dakwah, atau pembina remaja masjid. Dengan demikian, keberadaan mereka memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.
11. Membawa Nilai Pesantren DDI ke Keluarga. Setelah kembali ke lingkungan keluarga, alumni DDI hendaknya menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari, seperti kesederhanaan, kesabaran, kedisiplinan, dan cinta ilmu.
12. Jadilah penggerak kebaikan di dalam rumah dengan membangun budaya shalat berjamaah, mengaji bersama, atau diskusi keagamaan dalam keluarga.
13. Menjadi Pemersatu, Bukan Pemecah Belah. Dalam perbedaan pandangan dan ormas di masyarakat, alumni DDI sebaiknya menjadi jembatan ukhuwah, bukan penyulut perpecahan.
Dengan bekal ilmu dan akhlak, mereka dapat menghadirkan dialog yang damai dan merangkul perbedaan demi persatuan umat.
14. Menjadi alumni DDI bukan hanya status, tetapi juga amanah besar yang harus dijaga dengan sikap, akhlak, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ilmu yang telah ditimba di pesantren harus terus diamalkan dan disebarkan dengan cara yang santun, bijak, dan penuh kasih sayang.
15. Semoga para alumni pesantren mampu menjadi lentera kebaikan di manapun mereka berada.
وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد
Jakarta, 26 Dzulhijjah 1447 H
12 Juni 2026 M
