TAUJIHAT ANRE GURUTTA KETUA UMUM PB DDI
[Prof. Dr. AG. H. Andi Syamsul Bahri A. Galigo, Lc., M.A]
بِسْمِ اللّٰهِ الرٌَحْمٰنِ الرٌَحِيْمِ
ADAB ORANG SALEH
01. Adab orang saleh dalam Islam adalah manifestasi dari ketakwaan yang tercermin melalui pemenuhan hak Allah (hablum Minallah) dan hak sesama makhluk (hablum minannas) secara seimbang.
02. Orang yang saleh bukan hanya mereka yang rajin beribadah di masjid, melainkan mereka yang mampu mengintegrasikan keimanan ke dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.
03. Berikut adalah rincian adab orang saleh yang dikelompokkan berdasarkan ruang lingkupnya:
_a. Adab kepada Allah Swt, meliputi:_
* Ikhlas dalam beramal,
* Membersihkan setiap niat ibadah dan ilmu dari tujuan duniawi, popularitas atau fujian manusia.
* Menjaga syariat: Istiqamah mendirikan salat tepat waktu, rutin membaca al-Qur’an, dan memakmurkan masjid.
* Takut dan berharap (khauf dan raja’): Selalu memotivasi diri untuk taat dengan membayangkan kenikmatan surga dan menjauhi maksiat karena takut akan siksa neraka.
* Sabar atas ujian: Menerima setiap ketetapan Allah dengan kelapangan dada dan tidak mengeluh saat tertimpa musibah.
_b. Adab terhadap Diri Sendiri, meliputi:_
* Menjaga kehormatan (Muru’ah);
* Menjauhi tempat fitnah dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menurunkan wibawa atau memicu prasangka buruk orang lain;
* Mandiri dan jujur;
* Bekerja mencari nafkah yang halal dengan usaha sendiri serta menghindari ketergantungan atau meminta-minta kepada orang lain;
* Melatih konsistensi (Istiqamah): Membiasakan diri melakukan kebaikan secara bertahap sejak dini hingga menjadi sebuah karakter yang melekat.
_c. Adab terhadap Sesama Manusia, meliputi:_
* Menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran: Menjalankan prinsip amar makruf nahi mungkar dengan cara yang santun dan bijak;
* Menjadi teladan dan pembawa manfaat: Memastikan kehadiran dirinya membawa ketenangan, solusi, dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar;
* Menjaga lisan: Berbicara hanya pada hal-hal yang baik, menghindari ghibah, dan segera mengklarifikasi situasi jika terjadi kesalahpahaman agar tidak menimbulkan fitnah;
* Memilih lingkaran pertemanan: Mengutamakan persahabatan dengan sesama mukmin yang bertakwa demi saling mengingatkan dalam kebaikan hingga ke surga.[]
وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد
Jakarta, 25 Dzulhijjah 1447 H
11 Juni 2026 M
Editor: Muh. Aydi Syam
